Jum’at (9/2/2018) Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta melaksanakan Yudisium S2 dan S3 periode ke-II Tahun Akademik 2017/2018 bertempat di Ruang Seminar Gedung Pascasarjana kampus terpadu UMY. Pelaksanaan Yudisium dipimpin oleh Wakil Direktur Bidang Akademik Program Pascasarjana UMY  Prof. Dr. Siswoyo Haryono dan dihadiri oleh Semua Kaprodi di lingkungan Pascasarjana UMY.

Program Studi Magister Ilmu Hukum meluluskan 5 calon wisudawan, yaitu Herlina Triwijayanti, Awalia Noviyanti, Ahmad Fat Khurohman, M. Nur Muliatno Abbas dan Ovien Marisca. prosesi wisuda akan dilangsungkan hari sabtu 10 Februari 2018.

Dalam kegiatan Yudisium tersebut diadakan pula kuliah akhir studi  mendatangkan narasumber Drs. Dwiyono Iriyanto,M.M.,CPC yang membawakan materi tentang “Ekonomi Islam di Tengah Kompetisi Global, Peluang dan Tantangan”. Menurutnya, Pemerintah memiliki peran yang sangat penting khususnya pada bidang perekonomian bangsa baik dari skala mikro maupun makro. Karena dengan adanya dukungan pemerintah akan memperkuat sistem perekonomian secara menyeluruh terutama sistem ekonomi berbasis Islam. Maka untuk memperkuat ekonomi Islam perlu adanya Sumber Daya Manusia yang memiliki kualitas.

Dwiyono menyampaikan, bahwa ekonomi Islam harus mampu bersaing dengan dunia global karena itu merupakam salah satu jalan dakwah bagi para kaum muslim. “Saat ini perkembangan teknologi sudah berkembang pesat, kita seharusnya aktif dan melek teknologi dan secara perlahan beradaptasi dengan teknologi. Saat ini kita perlu berinovasi dalam bidang apapun terutama pada bidang ekonomi Islam,” papar Dwiyono.

Dwiyono menambahkan bahwa umat Islam masih banyak yang belum bisa menerima dan menjalankan ekonomi syariah seutuhnya. “Pelaku bisnis muslim seharusnya mempunyai dasar dan prinsip yang kuat dalam mengembangkan bisnisnya. Karena kalau kita lihat saat ini peningkatan kesadaran syariah masih minim, SDM pelaku ekonomi syariah belum berkualitas, dukungan sistem yang belum kondusif, dan masih kuatnya pengaruh globalisasi,” tuturnya

Kembali ditambahkan Dwiyono saat ini mayoritas pelaku bisnis terkunci dengan ketakutannya sendiri. “Jika kita sudah terkunci dengan keakutan maka ketakutan itu akan menghacurkan kita. Ada beberapa hal yang membuat orang terperangkap dengan sudut pandang, kenyamanan, kesenangan, kemalasan, ketakutan, kepasrahan, kesuksesan. Maka dari itu kita perlu menjalankan ekonomi islam dengan nilai spiritualitas yang tinggi,” tutupnya

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest